Salah satu agenda tahunan rutin dari Koperasi Pegawai DPR RI dalam rangka meningkatkan pengetahuan dan pengelolaan badan usaha koperasi adalah melalui studi banding. Pada kesempatan tahun ini, studi banding dilakukan ke salah satu koperasi yang mendapat penghargaan sebagai Koperasi Terbaik pada tahun 2017 dari PKPRI, yakni Koperasi Karyawan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan di Komplek Manggala Wana Bakti Senayan.

Studi banding ke koperasi “tetangga” ini diikuti oleh perwakilan Pengurus, Pengawas, Manajemen dan Beberapa anggota Koperasi Pegawai DPR RI pada tanggal 4 Oktober 2018. Peserta studi banding diterima dengan ramah oleh jajaran pengurus Kopkarhutan seperti Bapak Ir. Mudjihanto Soemarmo,MM. selaku Wakil Ketua, Bapak Ir. Edi Muchtar Rosjadi, Sekretaris merangkap Kepala Divisi IV Bapak Agung Widio Saptono,SE,M.Si, Kepala Divisi I merangkap kepala Divisi V, Drs. Bambang Purnomo Kepala Divisi II dan Ir. Harijoko Siswo Prasetyo,MM. Kepala Divisi III. Hadir pula beberapa wakil pengelola.

Pada saat dibentuk jumlah anggota Kopkarhutan sebanyak 220 orang berkembang pada tahun 2014 menjadi 4.562 orang, Selain pegawai dan karyawan di lingkungan kantor pusat KLHK juga tercatat anggota dari Purwakarta dan Lampung. . Pada tahun 2018 ini tercatat total ada 5.020 anggota. Jumlah anggota tersebut termasuk Anggota Luar Biasa .yakni Pegawai Honor/Kontrak, petugas parkir, dan kantin sebanyak 569 orang. Anggota luar biasa ini merupakan karyawan di lingkungan KLHK yang ditetapkan sebagai tenaga kontrak/upaj/honirer dengan upah/honor yang dibayarkan setiap bulan. Metreka dimungkinkan menjadi Anggota luar biasa dengan syarat telah menjadi tenaga kontrak lebih dari 1 tahun dan mengajukan permohonan menjadi anggota.

Berdasarkan profil dan kegiatan usaha dari Kopkarhutan ada beberapa hal yang menjadi catatan penting dan kiranya dapat menjadi bahanperbandingan dalam pengelolaan Koperasi DPR RI antara lain:

A. Struktur Organisasi

Dari sis struktur organisasi, Kopkarhutan terhitung cukup besar dalam kepengurusan organisasinya. Kopkarhutan dibawah pembinaan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan sebagai Pembina Utama. Ditunjuk sebagai Pembina 13 pejabat eselon I (ex officio) di lingkungan KLHK. Setidaknya ada 13 unit eselon 1 di di lingkungan KLHK ditambah BUMN Kehitanan, UPT, yayasan yang dimiliki KLHK. Berlaku sebagai penasehat 6 pejabat eselon II yang bidang tugasnya terkait dengan kegiatan perkoperasian yakni Biro Umum, Biro Kepegawaian dan Organisasi, Biro Perencanaan, Biro Keuangan, Biro Hukum, dan Direktur Usaha Hutan Produksi.

Pada jajaran kepengurusan Selain Ketua, Wakil Ketua, Sekretaris, dan Bendahara ada 5 kepala divisi yang masing-masing membidangi Hukum dan Organisasi serta DIKLAT, Bidang umum, bidang usaja, bidang pengelolaan asset, dan bidang pengkajian. Beberapa kepala divisi merangkap tugas dengan tugas kepeurusan lainnya. Untuk jajaran engawas terdiri dari Ketua, Sekretaris, dan Anggota Pengawas.
Selain itu setiap unit usaha dikepalai oleh masing-masing unit usaha. Karyawan/pengelola terdiri dari 19 orang dan terdapat 44 orang tenaga perparkiran.

Semua struktur dalam organisasi tersebut mendapatkan hak dan kewajiban. Keterlibatan banyak unsur dalam struktur organisasi tentu memiliki nilai plus minus. Salah satu nilai plus adalah adanya rasa memiliki terhadap organisasi koperasi dan adanya affirmative kebijakan yang mendukung keberadaan koperasi.

B. Permodalan

Permodalan Kopkarhutan berasal dari simpanan anggota dan cadangan. Simpanan anggota terdiri dari simpanan pokok anggota Rp.100.000 yang hanya sekali disetor dan tidak boleh diambil, simpanan wajib anggota dengan besaran Golongan I : Rp. 50.000,- Golongan II : Rp.100.000,- Golongan III : Rp.150.000,- dan Golongan IV : Rp.400.000,- Adapun anggota luar biasa besaran sipanan wajib Rp.50.000 dan Rp.100.000. Selain itu ada simpanan khusus, simpanan sukarela, smpanan wajib khusus, dan tabungan berjangka. Pada tahun Agustus 2018 total simpanan anggota Rp.61.716.724.619. sedangkan cadangan dan lain-lain pada akhir 2017 berjumlah Rp.4.925.926.836.

C. Pendapatan

Pendapatan Kopkarhutan berasal dari usaha simpan pinjam, perparkiran, penjaminan, aneka usaha seperti kredit barang, kantin, pejualan ikan/daging sapi dan tahu, kios buah, travel. Service komputer, fotocpy, umrah, perumahan, dans aham IUPHHK/kebun, Toko OMI, dan pengelolaan asset berupa penyewaan apartemen dan ruko.

D. Pemilikan dan Pengelolaan Aset

Saat ini Kopkarhutan memeiliki beberapa asset tetap yang mulai dimiliki sejak 2016. Ast tersebut berupa beberapa apartemend an rumah toko yang disewakan kepada pihak lain. Pengelolaan asset menjadi unit usaha tersendiri dan ditangani oleh divisi khusus.

E. Penerapan Teknologi Informasi

Teknologi informasi sangat membantu dalam keceoatan dan ketepatan pengelolaan data sehingga Kopkarhutan sudah merepakan IT dalam beberapa sub sistemnya yakni pada unit simpan pinjam, Toko, General Ledger , dan administrasi persuratan. Dalam pengendalian IT ada operator yang bertanggungjawab mengentry data sesuai tugas dalam unit masing-masing. Data yang dientry akan terkunci satu hari berikutnya. Kesalahan entry hanya dapat diperbaiki setelah lapor dan dibuka kuninya oleh supervisor. Supervisor bertugas mengawasi secara mingguan data yang di-entry oleh operator. Admin bertugas mengevaluasi bulanan. Apabila masih ada data yang diperbaiki setelah satu bulan maka harus izin admin.