Pada tanggal 18 Maret 2019, Pengurus, Pengawas, dan perwakilan dari Forum Koperasi melakukan pertemuan silaturahim dalam suasana hangat pada jam makan siang. Forum komunikasi merupakan perwakilan anggota Koperasi dari masing-masing Biro atau Pusat di Lingkungan Setjen dan BK DPR RI. Hadir dalam kesempatan tersebut Bapak M. Djazuli, Bapak Sam Karya Nugraha, dan Ibu Vega Lavlinesia sebagai jajaran Pengurus. Adapun dari jajaran Pengawas hadir Bapak Rahmad Budiaji , Wakil Ketua Pengawas.

Dalam pertemuan tersebut Pengurus Koperasi menyampaikan tentang progres kerja Koperasi selama periode Juli 2018 hingga Februari 2019 serta rencana kerja dalam jangka pendek ke depan. Kinerja bidang organisasi dan idiil, kinerja bidang keuangan, dan kinerja bidang usaha dipaparkan dalam pertemuan tersebut. Demikian juga dengan rencana kerja serta tantangan dan hambatan dalam pelaksanaan program kerja yang sedang dan akan dijalankan Pengurus dan Manajemen.

Secara umum disampaikan bahwa dari sektor usaha simpan pinjam terjadi penurunan pendapatan disebabkan oleh beberapa hal misalnya adanya penutupan/pelunasan pinjaman dari beberapa anggota, penurunan besaran jasa pinjaman yang cukup signifikan berdasarkan hasil RAK tahun 2018 lalu, serta semakin bersaingnya produk usaha simpan pinjam koperasi dengan pihak lain di lingkungan DPR RI seperti Bank Mandiri dan perbankan lain yang menyasar pasar yang sama.

Pada kesempatan kali ini juga disampaikan mengenai omset dari beberapa unit usaha di sektor real seperti beberapa toko atau minimarket serta pujasera Koperasi. Sebagai highlight pendapatan Koperasi di minimarket Jantung Sehat masih perlu terus digenjot dan ditingkatkan mengingat posisi toko yang saat ini masih sulit dijangkau pembeli/konsumen. Rencana menjadi toko Jantung Sehat sebagai toko yang melayani pembelian secara online dan antar langsung ke konsumen masih tengah dilakukan perbaikan sistem untuk memastikan proses kerja yang sesuai. Adapun perpindahan minimarket dari Nusantara II ke Nusantara III justru menaikkan omset toko.

Penerapan sistem cashless untuk pembayaran transaksi di Toko dan Pujasera sudah mulai berjalan secara bertahap. Namun demikian masih ada beberapa kendala teknis yang harus dihadapi manajemen terkait dengan implementasi sistem cashless ini secara keseluruhan. Alternatif kerjasama dengan beberapa provider untuk implementasi sistem cashless juga masih berjalan dan semua pihak berharap bisa segera terwujud dengan kerjasama yang saling menguntungkan. Masalah kebersihan dan kenyamanan di Pujasera dan gudang untuk toko/minimarket Nusantara III juga menjadi “PR” bagi Pengurus dan Manajemen Koperasi.

Terkait dengan pendanaan dari pihak ketiga yang saat ini tengah berlangsung prosesnya dengan pihak Bank Mandiri dalam rangka meningkatkan permodalan guna meningkatkan jumlah pinjaman yang bisa diakses melalui Koperasi masih terdapat beberapa permasalahan yang menjadi hambatan terutama beberapa persyaratan yang harus dipenuhi namun bukan merupakan ranah kewenangan Pengurus/Pengawas. Kondisi ini menuntut Pengurus untuk melakukan penjajakan dengan pihak lain selain dengan Bank Mandiri agar bisa tetap membantu anggota yang ingin mendapatkan pinjaman dalam jumlah besar sekaligus melakukan perluasan usaha di sektor real dan rencana pemilikan aset.

Hal yang juga menjadi bahan pembicaraan dalam pertemuan tersebut adalah mengenai pendapatan Koperasi tahun 2017 dan tahun 2018 yang sebetulnya mengalami kenaikan namun karena beban pajak terhutang tahun-tahun sebelumnya dibayarkan pada tahun 2018 serta beberapa pengeluaran yang cukup signifikan di tahun 2018 seperti pelaksanaan pemilihan Pengurus dan Pengawas serta adanya benefit diterima di muka oleh anggota berupa voucher milad yang baru dilaksanakan di tahun 2018 menyebabkan ada penurunan pendapatan akhir Koperasi dibandingkan tahun sebelumnya.

Informasi yang juga dibahas dalam pertemuan tersebut adalah mengenai tindak lanjut dari hasil RAK tahun 2018 yang menyetujui untuk tidak melanjutkan asuransi kesehatan bagi anggota melalui BNI life dengan menggantikannya dengan semacam asuransi pensiun. Saat in selain mempelajari tentang hal tersebut. Pengurus juga mendapat masukan dari banyak anggota untuk tetap mengkoordinasi penyediaan asuransi kesehatan kumpulan bagi anggota yang berminat. Lebih jauh Koperasi juga berencana untuk memberikan pembiayaan lunak bagi anggota Koperasi yang ingin mengikuti asuransi tersebut dengan bantuan pembiayaan Koperasi.

Selain paparan dari pihak pengurus, Silaturahim kali ini juga mendapat banyak masukan dari anggota Koperasi anggota Forum. Masukan dari Pak Reza, Ibu Mitra, Ibu Mita, Ibu Nur,Pak Agus (Pamdal), dan Pak Agus (Keuangan) sudah dicatat oleh Pengurus dan menjadi masukan bagi pelaksanaan program dan kerja Pengurus dan Manajemen untuk langkah berikutnya. Masukan serta support dari anggota Koperasi sebagai pemilik Koperasi tentu menjadi hal yang penting bagi berjalanannya proses akuntabilitas pelaksanaan pengelolaan Koperasi secara keseluruhan.

Pertemuan silaturahim kali ini selain merupakan bentuk komunikasi informal juga diharapkan menjadi penyambung informasi dan lebih jauh mengikat rasa memiliki anggota terhadap Koperasi. Pengurus perlu bekerja lebih keras mengingat tantangan yang dihadapi lebih kompleks. Namun demikian support seluruh anggota Koperasi termasuk yang tergabung dalam Forum ini menjadi energi tambahan bagi Pengurus guna semakin memajukan Koperasi bersama-sama dengan seluruh anggota.

Semangat dan Maju Terus, Koperasi Pegawai DPR RI!